Banner 468 X 60

Kamis, 11 November 2010

Mengatasi Stres pada Remaja



Ramuan – Bagaimana Anda tahu kalau remaja Anda mengalami stres berat? Perhatikanlah kebiasaan makan atau timbangan berat badannya. Amati pula apakah ia suka melamun berlebihan, menggunakan obat-obat terlarang, atau melakukan kegiatan “aneh” seperti terus mengerdipkan mata, menggigit kuku, dan mendadak menghentakkan otot-otot. Mengabaikan penampilan pribadi, kelelahan dan kemarahan yang meningkat merupakan tanda-tanda lain stres. Kerap kali remaja menanggapi stres dengan menarik diri, tidak berkomunikasi, menjadi pemberontak, dan mencari masalah.

Sebenarnya stres merupakan bagian yang tak terhindarkan dalam kehidupan. Stres memengaruhi setiap orang, bahkan anak-anak. Bantuan Anda sebagai orang tua sangat penting. Anak yang secara emosional terisolasi dan tidak punya rasa percaya diri adalah anak yang tidak dapat menangani stres dengan baik. Ingatlah, anak Anda belajar dari Anda. Orang tua yang perfeksionis atau sukar menyelesaikan masalah cenderung mewariskan kebiasaan ini kepada anak.

Kebanyakan stres di usia remaja berkaitan dengan pertumbuhan. Remaja khawatir akan perubahan tubuhnya dan mencari jati diri. Sebenarnya remaja dapat membicarakan masalah mereka dan mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah. Namun, karena pergolakan emosional dan ketidakyakinan remaja dalam membuat keputusan penting, mereka perlu bantuan dan dukungan khusus orang dewasa.

Di awal masa remaja, biasanya mereka sangat sensitif terhadap kritik. Bahkan, nasihat yang berguna pun seolah-olah seperti kritik yang memicu kemarahan atau pembelaan diri. Rasa percaya diri mereka umumnya rendah. Stres yang muncul pada masa ini bervariasi, mulai dari menghadapi ulangan di sekolah, masalah hubungan anak laki dan anak perempuan, kegugupan bicara di depan umum, ketidakyakinan akan penampilan diri, tekanan karena banyak kegiatan, mengasuh adik, hingga kurang percaya diri.

Remaja perlu mencari cara konstruktif menghadapi situasi yang menekan. Ketika remaja Anda sadar ia dapat menyelesaikan masalah, ia bersikap positif tentang dirinya. Berikan pujian tulus ketika ia mengerjakan sesuatu dengan baik. Ingatlah mengatakan terima kasih. Remaja acap kali merasa tidak dihargai.

Pertimbangkan jadwal remaja Anda. Apakah kegiatannya terlalu banyak? Sebagian remaja merasa kewalahan mengikuti berbagai kursus selepas sekolah. Meskipun perlu dilibatkan dalam mengurus rumah, ingatlah remaja masih tetap anak yang perlu waktu santai dan bermain.

Mungkin cara paling efektif membantu remaja Anda mengelola stres ialah menjaga keterbukaan komunikasi. Ia mungkin tidak perlu nasihat Anda, tapi ia akan menghargai perhatian Anda. Tidak berarti Anda tidak mengungkapkan pendapat Anda, terutama menyangkut nilai dan norma. Tapi, jika setiap pembicaraan menjadi perdebatan, Anda mungkin perlu menyediakan lebih banyak waktu untuk mendengarkan dan mengungkapkan pendapat Anda dengan tenang dan lembut.

Dorong remaja Anda melakukan kegiatan olahraga untuk mengurangi stres seperti beraerobik, bersepeda, main skate, atau joging. Pendekatan positif lain seperti mengendalikan kemarahan dan berani mengatakan “tidak.”

Kapan Anda harus mencari bantuan? Masa remaja adalah masa yang sulit bagi remaja dan keluarganya. Ketika tekanan semakin berat dan solusi tak diperoleh, inilah saat mencari bantuan. Bicarakan situasi remaja Anda dengan sahabat atau anggota keluarga lain. Seseorang yang memahami situasi keluarga Anda mungkin dapat memberi nasihat bermanfaat yang objektif. Jika stres yang dialami remaja Anda sudah terlalu berat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter keluarga, psikolog, atau guru pembimbing di sekolah.

0 komentar:

Poskan Komentar

http://www.4shared.com/photo/NZ1d047g/tanda_tangan.html